Selamat sore.
Berapa umurmu sekarang? Yakin, masih hidup lama? Atau jangan-jangan besok
adalah giliran kita untuk dijemput sama malaikat israil. Ya, tidak ada yang
tau. Kalau ditanya, sudah siap apa belum? Gimana jawaban kalian?
Takoot.
Pembahasan kita memang terlalu berat hari ini.
Apa sih yang perlu disiapkan sebelum mati?
Yang pasti beribadah. Pasti banget! Memang kita di dunia sebenarnya diminta
untuk beribadah buat kehidupan yang selamanya di akhirat nanti. Jadi, sudah pasti
banyakin ibadah agar nanti timbangan amal baiknya lebih berat dibanding amal
buruknya. Supaya apa? Supaya masuk surga.
Siapa sih yang nggak mau duduk santai disurga sambil melihat sungai susu
mengalir di depan mata? Siapa sih yang nggak mau makan segala jenis buah tanpa
harus beli? Siapa sih yang nggak mau
jalan dikit eh dapatnya bidadari-bidadari?
Kita tau semuanya nikmat. Tapi kadang kita nggak mau usaha buat mendapatkan
itu semua. Dan kita tau, itu semua akan selamanya kita rasakan di akhirat nanti.
Beda banget kalau masalah dunia, ketika kita tau akan mendapatkan hal
bahagia. Misal dapat hadiah. Terus kita mati-matian untuk melakukan segala hal
agar bisa mencapainya. Bahkan kadang menghalalkan semua cara dan melupakan apa
yang harusnya dilakukan. Padahal apa? Semuanya hanya sementara.
Takot.
Takot ketika kita lebih cepat mengangkat telpon wa saat berbunyi daripada
mengambil air wudhu saat adzan memanggil.
Takot ketika membaca timeline twitter berjam-jam sampai mata merah, tapi
saat baca qur’an satu halaman saja kita sudah ngantuk.
Takot.
Jadi, jelas banget kalau memang ibadah adalah yang nomor 1 perlu kita
persiapkan sebelum mati.
Tapi tahukah kalian, kalau selain beribadah. Ternyata ada hal yang harus
kalian lakukan sebelum mati. Apa itu?
1. Menulis buku

Selama kalian hidup, banyak cerita yang
sudah dilalui. Dan selama kalian hidup, pikiran kalian tidak selamanya akan
bagus untuk menyimpan semua memori. Sangat disayangkan jika hidup ini dilalui,
lalu kemudian dilupakan begitu saja. Suatu waktu, kalian akan lupa banyak hal
bahkan mungkin ada saatnya kalian lupa siapa nama kalian sendiri. Makanya,
selagi kalian masih sehat sekarang. Pikiran masih bisa mengingat dengan baik.
Ada baiknya, semuanya dituliskan dalam sebuah buku.
Kalian akan punya anak. Punya cucu.
Punya cicit. Dan harusnya keturunan kalian tau apa yang pernah kalian alami
selama hidup. Seperti yang dibilang tadi, suatu waktu kalian akan lupa
segalanya. Maka dengan adanya buku yang kalian tulis, maka keturunan kalian
nanti bisa membaca kehidupan yang kalian pernah alami. Meskipun mungkin
nantinya kalian sudah tidak di dunia lagi. Buku yang kalian tulis, bisa tetap
abadi dan dibaca oleh orang-orang.
Bukunya bisa kalian simpan sendiri
sebagai referensi di rumah saja. Tapi, ada baiknya lagikalau bisa diterbitkan
dan dibaca oleh orang banyak. Selain bisa memberikan orang lain pengetahuan dan
pengalaman, kalian bisa mendapatkan royalti sampai kalian matipun. Karena
royalti buku kalian bisa diwariskan.
Percayalah perkataan ini “ Dengan
menulis, kalian menjadi abadi”.
2. Membuat perubahan apapun
Gimana gimana? Memang apa yang mau
diubah? Banyak hal! Begitu banyak masalah di dunia saat ini. Apapun baground
kalian, paling tidak sebelum kalian mati. Kalian membuat sebuah perubahan yang
baik terhadap orang-orang sekitar. Dari hal yang kecilpun itu tidak apa-apa.
Yang jelas, terjadi perubahan. Ketika kalian melakukan perubahan dan berdampak
bagi orang-orang, dan saat kalian nantinya sudah tidak di dunia ini. Kalian
akan tetap diingat. Kalian akan tetap dihargai. Kalian bisa jadi selalu
didoakan. Dan orang-orang akan merasa sangat
beruntung, kalian pernah hidup di dunia ini.
Apa sih contoh kecilnya? Hal yang paling sederhana. Misalkan, di
daerah rumah kalian tidak ada perpustakaan. Kalian bisa melakukan sebuah
inisiatif untuk membuat perpustakaan. Dengan begitu, orang-orang di sekitarnya
bisa membaca buku dan mendapatkan tempat nongkrong yang bermanfaat. Itu sebuah
perubahan yang bisa kalian lakukan. Bayangkan ketika kalian belum membuat
perpustakan, anak-anak hanya bermain tidak jelas dan keluyuran. Tapi dengan
mendirikan tempat seperti itu, satu langkah membuat perubahan di kampung kalian
menjadi melek literasi.
Jadi, sekarang sudah tau apa yang akan
kalian lakukan?
3. Menghapal Al-Quran.

Tau kan apa imbalan bagi orang yang
menghapal al-quran? Kalau tau kenapa masih menunda gituh? Kadang malu ketika
ada anak-anak yang masih berusia 3 tahun tapi sudah hapal 30 juz. Tapi kita
yang mungkin usianya sudah tiga kali lipa dari anak itu baru hapal ¼ dari juz amma. Kemarin usia kita diapain aja gitu?
Nyesel? Iya! Tapi, tidak ada yang terlambat! Selama malaikat israil belum
mengetuk pintu rumah. Masih ada waktu.
Mungkin memori untuk menyimpan kita
sudah tidak terlalu cepat menangkap. Ya, pelan-pelan saja. 1 ayat perharipun
tidak apa-apa. Daripada tidak sama sekali. Paling tidak, kalau kita mati dalam
keadaan berusaha untuk menghapal itu sudah bernilai ibadah karena sedang
berjuang menghapal firman-firman Allah. Takot nggak sih ketika kita mati-matian
menghapal pelajaran sekolah yang hanya untuk ujian sekolah, tapi kita
malas-malasan buat hapal al-quran untuk ujian hidup kita di akhiran nanti.
4. Minta maaf dan terima kasih

Sebelum mati, sebelum diangkat dalam
keranda dan menyendiri diliang lahat. Yuk minta maaf kepada siapapun. Apalagi
kalau sekarang lagi bermusuhan. Kalian yang salah atau dia, silahkan minta
maaf. Tidak ada ruginya. Tidak akan menurunkan derajat kalian. Maafkan apapun
dan siapapun yang pernah membuat hati kalian sakit.
Terima kasih. Kadang kita gengsi
untuk mengucapkan. Tapi, apapun yang
orang kasi ke kita. Jangan lupa ucapkan terima kasih. Bahkan rasa sakit yang
dikasi orang lainpun, kalau sudah dimaafkan ucapkan terima kasih. Bukankah
karena rasa sakit yang membuat kita belajar banyak hal?
Mulai sekarang, apapun itu. Ucapkan
terima kasih.
Itu beberapa hal yang harusnya bisa
kita lakukan sebelum kita mati. Banyak hal lain sebenanrnya. Tujuannya semuanya
bernilai baik dan ibadah.
Kalau disuruh milih, kalian pilih yang mana. Bisa mengetahui kapan kalian
mati atau bisa tau bagaimana cara kalian mati? Jangan lupa jawab dikomentar
beserta alasannya!

