Selamat Sore.
Selamat menikmati hari-hari penuh kebahagiaan.
Teman-teman sekalian, sore ini mari kita bahas sesuatu yang bisa jadi belum kalian ketahui.  Semoga apa yang dibahas nanti, membuat pengetahuan kalian bertambah dan tentunya level kekerenan kalian semakin naik.

Supaya sore kalian bermanfaat, yuk simak yuk, ada beberapa strategi marketing yang kalian mungkin belum tahu yang digunakan oleh banyak perusahaan. Bisa jadi kalian sudah terperdaya oleh strategi tersebut. Penasaran?

Kenapa Starbuck bisa selaku itu?
Pernah kah kalian masuk ke sebuah cafe yang bernama Starbuck?

Tidakkah kalian kaget melihat kopi segelas yang harganya bisa dipake buat beli kopi setoples di warung biasa?

Tapi meskipun harganya mahal begitu, masih saja banyak yang beli dan laku. Kok bisa? Nah, ini yang kita akan bahas. Rahasia Starbuck sampai laris manis, padahal harganya selangit.

Seperti yang kalian biasa lihat, salah satu keunikan nongkrong di Starbuck adalah saat pelanggan pesan minum, maka baristanya akan menuliskan nama si pelanggan di gelasnya. Ini adalah salah satu cara dilakukan oleh starbuck agar pelanggan dan penjual merasa tidak ada batas atau akrab. Sehingga membuat pelanggan akan merasa senang. Dan dengan adanya nama di gelas, orang-orang akan memotret gelasnya dan mempostingnya di sosial media. 


Tahukah kalian? Ketika kalian memposting foto dengan gambar gelas starbuck dan nama kalian, maka itu artinya kalian sedang membuat iklan yang mempromosikan starbuck. Kalian yang membeli, kalian pulalah yang mempromosikan. 

Selain itu, kadang-kadang barista juga salah menuliskan nama pelanggan di gelas. Beberapa referensi mengatakan bahwa itu adalah hal yang disengaja sebagai bentuk strategi marketing. Misalnya nama kamu Bob, tapi sang barista menuliskan Bop. Ketika kamu menerima gelasmu dengan tulisan namamu yang salah, maka kamu akan memotretnya. Terus membuat postingan di sosial media untuk memberitahukan followersmu bahwa namamu salah ditulis oleh barista. Padahal seperti yang tadi dibilang di awal, ketika kalian memposting gelas kalian dengan logo starbuck, itu artinya kalian sedang beriklan untuk starbuck. Dan anda tidak dibayar!

Contoh perusahaan lain yang menggunakan strategi ini adalah minuman bersoda paling terkenal. Yah, Cola-cola. Salah satu inovasi yang pernah dilakukan oleh cola-cola adalah dengan memberikan label nama di kalengnya. Ketika kalian kebetulan mendapatkan kaleng yang tulisannya adalah nama kalian, maka tentu kalian pasti akan potret dan posting. Bukankah itu adalah kalian sedang beriklan untuk cola-cola?

Label harga yang dianggap remeh tapi sangat berdampak
Gaes, pernahkah kalian memperhatikan label-label harga disuatu toko? Kalian mungkin pernah melihat barang yang dipasang dengan harga Rp.99.999. Ya kan? Ketika ada dua barang dengan jenis yang sama, anggaplah dua kemeja. Kemeja 1 dipasang dengan harga Rp.100.000 sedangkan kemeja 2 dipasang dengan harga Rp.99.999. Karena psikologi marketing bekerja disitu, maka kalian akan tertarik dengan harga kemeja 2. 


Strategi ini biasanya disebut dengan teknik 99. Artinya menjadikan harga barang terdapat angka 99. Walaupun sebenarnya hanya beda 1 rupiah saja, tapi karena uang sudah tidak adalagi yang pecahan 1 rupiah, jadi tetap saja kalian akan membayar dengan Rp.100.000.

Strategi lain yang berkaitan dengan penggunaan label harga adalah dengan menyingkat bilangan harga tersebut. Misalkan kita akan lebih tertarik dengan harga barang yang ditulis dengan Rp. 15 rb dibandingkan dengan barang yang ditulis Rp.150.000. Padahal kedua barang tersebut harganya sama. Hanya saja beda penulisna pada label harga. Tapi karena psikologi marketing bekerja, maka kita akan tertarik pada barang yang penulisannya jauh lebih singkat.

Semua ini dalam psikologi marketing dikenal dengan istilah charming price. Charming price sendiri adalah sebuah startegi menuliskan harga sehingga mata pembeli merasa nyaman melihatnya.

Kenapa KFC dan kawan-kawannya berwarna merah?

Pernahkah kalian memperhatikan dengan sangat sungguh-sungguh kalau KFC, MCD, Burgerking, Wendy’s, Pizza Hut, dan beberapa rumah makan cepat saji itu dominan menggunakan warna merah pada logonya?

Jelas mereka tidak memilih warna dengan sembarangan. Semua memiliki alasan tertentu dan memikirkan dampak pada penjualan produk mereka. Ternyata teman-teman, semua itu adalah strategi bisnis. Warna merah dianggap sebagai warna yang memiliki pengaruh yang kuat. Warna merah mampu membuat orang nafsu makan, berkeinginan untuk membeli banyak produk yang ditawarkan oleh rumah makan tersebut, serta menimbulkan hasrat dan keinginan pelanggan untuk mencobanya.

Selain itu, dengan penggunaan warna merah pada logo dan komposisi bangunannya, maka akan membuat bangunan akan terlihat menonjol atau terang meskipun dari jauh. Hal ini akan membuat penasaran dan menarik pelanggan untuk singgah dan mencobanya.

Jadi, jangan heran kalau banyak brand-brand yang menggunakan warna merah sebagai warna produk atau logo mereka.  

Nah, semoga informasi sore ini menambah pengetahuan dan dapat membantu dalam membangun bisnis kalian. 

Semangat berbisnis!
Semangat jadi orang sukses!

Yours,