Inilah gue


 Malam minggu,Seperti biasa sebagai makhluk jomblo yang selalu ingin melupakan status.Gue suka ngebahas hal-hal yang sebenarnya gak harus dibahas.Penting atau tidak ya harus kamu *salah fokus*
Akhir-akhir ini,gue benar-benar sibuk.Ngalahin sibuknya Aliando.Ya,biasa anak kelas XII.Harus UAS lah,Try Out,Pra Ujian Nasional,dan Puncaknya UAN.Terakhir,gue harus menjalani UAS yang berhasil membuat gue jauh dari Handphone dan Laptop.Jauh dari tulis menulis dan browsingan.Dan jauh dari sidoi (Emang ada?).Belakangan gue harus menunda naskah buku kedua gue demi fokus belajar.Tapi,sekiranya gue sudah memasang deadline untuk naskah buku kedua yaitu setelah UAN.

Kabar gembira buat kalian semua,buku gue akan terbit 2-3 hari kedepan.Baru tadi gue ngecek email dan baca surat perjanjian kontrak dari penerbit.Ya,ini membuat gue sangat senang.Dan berhasil membuat gue teriak histeris didepan teman gue.Gue dibilang apa? Ya,gue dibilang stress,Ayah.Tapi,disisi lain mereka juga turut berbahagia dan ngasi gue support.

Cerita sedikit

Jujur,selama ujian gue belajar tiap malam #sudahpasti.Tapi yang lebih jujur adalah gue lebih banyak nonton daripada belajarnya.Gue acungin jempol aja buat teman gue yang prediksinya salah.Mereka bilang Dewi Armitha Basri gak nonton pas malam ujian.Gak tante.Gue malah banyakin hiburan sebelum ujian biar ujiannya lebih rileks dan gak stress.Terus gue jawab apa pas ujian kalau malamnya lebih banyakan nonton dari pada belajar? Jawabannya adalah gue belajar jauh sebelum gue ujian.Sehingga gue lebih siap.Bagi gue belajar terlalu berat dimalam ujian itu hanya akan membuat kita stress.Jadi,lebih baik belajar sebelum ujian datang.Seperti kata pepatah sedia payung sebelum hujan.Jangan pas hujan baru mau cari ojek payung.Ya,jangan pula nungguin malam ujian buat belajar.Gak ada yang tau malam ujian bakalan gimana.Siapa tau mati lampu.Atau apalah-apalah.Ya,itu aja sih.

Ya,biasanya pas lagi cari hiburan dimalam ujian.Gue lebih memiilih untuk nonton tv.Selain suka nontongin dangdut dan manusia harimau,program andalan gue adalah On The Spot.Lu tau dong.
Belakangan kini muncul berbagai macam fenomena yang membuat gue bertanya “Dimana letak keadilan?”

Yang pertama,Mengenai nenek Asyani.Kalau lu gak tau masalah ini.Gue harus bilang lu gak lebih dari seorang tuna berita.Gue boleh cerita,mungkin.Jadi,nenek Asyani ini adalah seorang janda tua yang dituduh mencuri beberapa potong kayu.Padahal dari pengakuan nenek ini,dia gak lakuin sama sekali.Dimeja persidangan,nenek ini menangis histeris.Gue melihat ini merasa sedih.Gue sedih karena mereka gak punya rasa iba.Termasuk sama yang menuntut.Cerita lain,nenek juga.Cuma nyuri permen lima biji dipenjara.Gue tau nenek ini gak ada niat buat nyuri tapi Cuma masalahnya dia sangat lapar.makanya terpaksa buat nyuri.Gue Cuma bertanya pada diri gue,begini kah hukum indonesia? Disaat para koruptor mencuri uang negara bermilyar-milyaran sampai triliyunan mereka dipenjara,iya.tapi,dipenjara dengan sarana yang sama dengan hotel bintang lima.Benar-benar tragis,menurut gue.

Cerita lain,Ini yang kedua.Tentang on the spot.Gue liat kisah ekstrem orang tua yang menyekap anaknya sendiri.Anak kandung.Dan yang paling tragis diantara lainnya adalah orang tua yang menyekap anaknya hingga berbualan-bulan.Gak dikasi makan dan minum.Pokoknya dikurunglah.Saking laparnya,anak ini Cuma bisa makan kotorannya sendiri dan minum air kencingnya sendiri.Bisa lu banyangin sendiri.Gimana rasanya kalau lu berada diposisi itu.Benar-benar gak adil.Anak itu adalah titipan.Dan harus dijaga.Mau kita miskin ataupun kaya.Anaklah tetap anak.Harus dikasi makan dan minum,kasih sayang dan sebagainya.Gitu aja dari Dewi Armitha Basri,seorang calon ibu dimasa yang akan datang.

Dari kisah yang gue ceritain,biarkan diri lu sendiri yang nyari hikmahnya.Semoga apa yang gue tulis gak percuma.Gak sia-sia dan ada manfaatnya buat yang baca.Akhir  postingan,gue mengucapkan “Selamat bermalam minggu”.